Nahhhhh... pembaca blog yang budiman, kali ini penulis akan mengambil sub bahasan yang hampir mirip dengan gaya vintage. Namanya gaya retro.. Apa sih bedanyaa? yuk kepoin

Pasti kalian sudah tidak asing dengan kata
kata style Vintage dan retro, yang sekarang di gandrungi para remaja
saat ini. Sebutan Vintage adalah mode tahun 20-an sampe 60-an, sedangkan
Retro adalah untuk sebutan mode yang popular di tahun 70-an sampe
90-an. Kalo kita amati akan tampak bedanya. Kategori VINTAGE meski
tampak feminim didominasi warna hijau dan warna-warna pudar tapi lebih
simple dan praktis modelnya. Rok a-line dibawah lutut,celana pedek
ketat,blues tanpa lengan,dengan tambahan pita yang besar didada.
Sedangkan RETRO lebih kontemporer dengan kesan warna,bebas dan
gemerlapan macam celana cutbray,rompi bulu dengan potongan baju seling
silang atau potongan yang ekstrim atau super ketat. Mode itu mengacu
pada bintang-bintang besar seperti Cher,Elvis Persley,Michel Jackson.
Tapi Intinya Vintage dan Retro style tetap sama. Sama sama oldstyle
sesuatu yang usang dan tak lekang oleh waktu tepatanya di makan jaman,
selalu muncul di setiap tahunnya.
Penggemarnya tak lagi hanya para
kolektor tapi juga remaja pada kini menggemarinya. Buat para pengemar
seperti taylor swift, Demi lovanto, Emma watson pasti tidak asing lagi
kan dengan gaya gaya baju yang mereka gunakan nah salah satunya waktu
pembuatan vidio klip mereka.
Vintage
retro gg selamanya ndeso n norak kug, malah kini mode vintage tumbuh
lage di gandrungi banyak remaja. Vintage maupun Retro yang
dikolaborasikan dengan modern akan menghasilkan sesuatau yang “adorable”
unik beda dan kesannya berani tampil beda serta para vintagers harus
lebih pintar menyesuaikan penampilan dengan situasi, tapi remaja lebih
prefer ke style Vintage style yang lebih banyak dilirik anak muda
sekarang Maxi skirt style misalnya sedang maraknya ini, model rok
panjang (rok pendek-short skrit) yang dipasangkan dengan atasan tangan
panjang atau pendek. Ini style salah satu vintage style Maxi skirt yang
penuh sampe betis yang kesannya membuat tubuh terlihat semampai. Lengan
panjang warna pudar dikolaborasi dengan celana jeans bersabuk ditambah
asesoris topi koboy sudah membuat nampak keren bagi pria. Buat anda yang
ingin atau belum pernah mencoba anda dapat temui juga di thrift store
dan consigment store. Dan barang vintage gg selama serba mahal anda juga
bisa membeli barang barang branded tapi buat para perempuan yang
biasanya mikir- mikir kalo pake barang branded tapi tidak ada salahnya
sih kalo kalo anda mencoba asal kita pintar memadu warna dan styl kita,
tidak selamanya yang mahal itu keren girl/boys. kuncinya asal berani
tampil beda harus Pede maka akan terlihat keren.
Gaya vintage atau retro, mana yang Anda pilih? Keduanya sama-sama memiliki karakter old fashioned. Namun, seiring berkembangnya zaman keduanya tetap populer di dunia fashion hingga kini.
Vintage dan retro cukup dikenal oleh kalangan masyarakat urban saat
ini. Tapi, masyarakat awam sulit membedakan keduanya yang sama-sama
bergaya 'jadul'.
Namun, bila diperhatikan secara detail ada perbedaan yang cukup mendasar antara kedua jenis tren fashion tersebut. Vintage merupakan fashion yang diadaptasi pada era 20-an sampai 60-an, sedangkan retro mengadaptasi gaya pada tahun 70-an hingga 90-an.
Gaya fashion era tahun 20-an sampai 60-an ini cukup erat dengan tren berbusana yang lebih feminin. Penggunaan warnanya pun lebih soft.
Selain itu, desain yang digunakan pada gaya tempo dulu ini tak lepas
dari motif bunga, polkadot, garis-garis dan polos. Tak hanya itu,
tambahan kerah bulat dengan pita termasuk ciri gaya berbusana tempo
60-an ini.
Jenis rok A-Line atau flared skirt di bawah lutut hingga
celana pendek di atas pinggang merupakan contoh berbusana vintage yang
cukup populer. Seperti mengadaptasi street style vintage yang dipadukan rok di bawah lutut, t-shirt serta kardigan dapat Anda pilih menjadi busana harian.

Tren fashion era 70-an sampai 90-an ini lebih terkesan
glamour dan berani menunjukkan warna dan modenya. Kehadirannya cukup
dipengaruhi selebriti dunia pada masa itu, seperti Elvis Presley dan
Michael Jackson.
Kini, retro style cukup populer dikenakan saat penghargaan bergengsi, misalnya Piala Oscar, di kalangan artis Hollywood. Model busana retro mengadaptasi warna cerah. Penggunaan motif simetris yang bebas dan gemerlap cukup dominan.
Selain
itu, busana lebih dominan bergaya disko, seperti celana cutbray, celana
pendek, rompi, jaket kulit hingga baju atasan yang terbuat dari
manik-manik atau busana dengan corak yang cerah.
Dalam berbusana harian pun dapat Anda terapkan dengan memadu-padankan topi, kacamata besar serta boots.
Selain itu, sweater berwarna cerah dapat menambah kesan retro makin
kental. Kemeja flanel bermotif gingham atau kota-kotak pun bisa jadi
pilihan menarik.
Ada masukan untuk berbusana retro dan vintage, ini dia :
Gaya vintage cukup erat dengan tren berbusana yang lebih feminin, penggunaan warnanya pun lebih soft
Tren busana retro terkesan lebih glamor dan berani dalam menunjukkan warna dan modenya. Model busana retro lebih banyak mengadaptasi warna cerah
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Flared skirt atau rok A-Line di bawah lutut, celana pedek di atas pinggang, serta blouse tanpa lengan merupakan item yang cukup populer dalam gaya vintage
![]() |
Sumber :
1. http://kaltim.tribunnews.com/2015/11/04/sama-sama-jadul-apa-bedanya-gaya-vintage-dan-retro
2. https://www.kompasiana.com/rennywd/apa-bedanya-vintage-dan-retro-sih_54f70be1a33311fa208b46ea














